Untuk Anda Kami Ada

Bukit Kunci

Bukit Kunci - Bangowan

Bukit Kunci yang dikelola BUMDes dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bangowan Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora tampil dengan wajah baru dengan dibangunnya fasilitas glamping di lokasi.

Glamping kayu berbentuk seperti kerucut itu disediakan bagi pengunjung yang ingin bermalam di lokasi wisata alam Bukit Kunci, menikmati suasana malam, melihat bintang dan bulan. Dibandrol harga Rp80.000,00 per malam, akan mendapatkan fasilitas pendukung seperti aula, musala, wi-fi, warung makan dan minuman serta toilet.

Bagi warga yang ingin menikmati suasana malam jauh dari kebisingan dan keramaian, Bukit Kunci menjadi salah satu alternatif untuk merelaksasi. Glamping, merupakan aktivitas berkemah dengan gaya yang lebih mewah dan nyaman daripada kegiatan berkemah di tenda.

Meskipun ada tanaman yang kering dan layu di musim kemarau, namun sebanyak 19 pohon cemara yang ditanam di kawasan wisata alam Bukit Kunci tampak subur dan rindang.

Beberapa hal terus berbenahi, sudah mulai mengembangkan digitalisasi dengan transaksi pembelian produk lewat Qris dan kerja sama dengan platform digital Atourin untuk promosi paket wisata.

Bukit Kunci merupakan salah satu bagian dari paket wisata desa Bangowan yang menampilkan panorama alam.

Wono Aji

Flying Fox Di Wono Aji

Wono Aji Kedungtuban memiliki daya tarik yang beragam, mulai dari flying fox, swafoto eksotik, arena trabas ke puncak Gunung Purwosuci hingga edukasi sumur minyak peninggalan Kolonial Belanda. Wisata tersebut tergolong baru di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Daerah ini berada di kawasan hutan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu. Tepatnya di Dukuh Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban.

Wono Aji Kedungtuban dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ngraho, bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat. Pesona alam dan edukasi sumur minyak tua di kawasan hutan Kedinding menjadi daya tarik tersendiri. Pihak pengelola juga menyediakan tempat swafoto, flaying Fox, arena trabas, serta rute Jeep menyusuri pegunungan kedinding.

Di kawasan pegunungan kedinding terdapat puluhan titik sumur tua yang pernah beroperasi. Namun, sejak beberapa tahun belakangan ini sumur-sumur tersebut tidak lagi beroperasi. Kepala Desa akan mencoba mendapatkan izin pengelolaan untuk keperluan wisata. Alasannya lokasi Wono Aji Kedungtuban mudah dijangkau, berada di tepi Jalan Cepu-Randublatung.

Diharapkan wisata tersebut bukan hanya menjadi ikon Desa Ngraho, melainkan ikon Kecamatan Kedungtuban, dan Blora pada umumnya. Disamping wisata edukasi sumur minyak tua, Wono Aji Kedungtuban juga menawarkan sejumlah edukasi lain bagi pengunjung. Diantaranya pembuatan garam tradisional, pembuatan sepatu/sandal, dan pembuatan angklo atau pawon di Dukuh Ningalan Desa Ngraho.

Selain itu, ada juga air terjun dua bidadari di tengah hutan serta trip ke puncak Purwosuci dan Gunung Kedinding dengan menggunakan mobil jeep. Fasilitas dan keindahan itu akan segera dikembangkan agar trip wisata tersebut bisa menembus Desa Kalen melalui kerjasama dengan BUMDes antar desa.

Wono Aji berada di lahan Perhutani seluas dua hektar, keberadaan wisata ini diharapkan dapat menumbuhkan usaha baru yang dapat menjadi sumber pendapatan ekonomi warga sekitar. Apabila gagasan ini terlaksana maka warga tidak lagi menebang pohon, tapi justru ikut menjaga dan melestarikan demi berkembanganya wisata di daerah tersebut.

Kampung Samin

Kampung Samin - Sedulur Sikep


Desa Sambongrejo di Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, dimana kampung literasi sedulur Sikep atau lebih dikenal sebagai kampung Samin itu berada. Disini anda akan diajak untuk mengenal, berdialog, berinteraksi, dengan warga Samin, belajar dari sifat kejujuran dan Kesederhanaan dari masyarakat samin.

Selain itu juga akan disuguhi disuguhi kesenian Warga Samin berupa Gejog Lesung dan Drumblek, Kuliner asli Warga Samin, dan masih banyak potensi wisata lainnya, seperti belajar membatik, menikmati keindahan persawahan, kunjungan ke tempat bersejarah lainnya.

Desa Wisata Sambongrejo dikenal akan kearifan lokal sedulur sikep Samin. Anda akan belajar banyak tentang pitutur atau nasihat bijak dari para sesepuh Sedulur Sikep. Sambil lesehan menikmati kudapan tradisional khas desa seperti gethuk, ketela rebus, kacang rebus, wisatawan bisa menyimak cerita sejarah ajaran hidup serta tradisi Sedulur Sikep di Pendapa Agung Kampung Samin.

Sebelum memasuki Kampung Samin, pengunjung diajari memakai iket samin atau ikat kepala (udeng) dan disambut dengan atraksi kesenian tradisional, seperti drumblek dan Klothek Lesung yaitu musik dari alat penumbuk padi.

Anda juga dapat menikmati minuman khas Wedang Cangkruk sebagai welcome drink di Desa Sambongrejo, yang merupakan desa wisata terbaik di Blora. Minuman tradisional merupakan olahan dari jahe, sereh, secang yang menciptakan efek warna alami.

Selain itu ada Krowotan, istilah untuk camilan selamat datang yang berupa aneka penganan tradisional seperti kacang rebus, tape, lemper, nagasari dll. Wisatawan juga bisa membeli oleh-oleh seperti peyek kacang, rengginang atau krecek, dan madu mongso ketan.

Goa Sentono

Goa Sentono

Goa Sentono merupakan tempat wisata alam yang dipadu dengan kisah sejarah tersendiri, dan menjadi salah satu cagar budaya yang wajib untuk dikunjungi ketika berada di Kabupaten Blora.

Keunikan dan keindahan Goa Sentono mempunyai nilai dan daya tarik tersendiri, dimana batuan alami yang indah berpadu dengan hijaunya area pesawahan menciptakan pemandangan yang sangat unik.

Lokasinya lebih dekat jika ditempuh dari Kecamatan Cepu atau Randublatung. Butuh waktu sekitar satu jam untuk sampai ke lokasi goa ini. Namun jangan heran sepanjang perjalanan akan banyak melihat landscape pemandangan sawah, hutan dan pegunungan.

Akses ke lokasi goa ini bisa ditempuh dengan motor. Sesampainya di lokasi Dukuh Sentono Desa Mendenrejo ada semacam gubuk kecil untuk berteduh. Dari gubuk tersebut ke Goa Sentono harus ditempuh dengan jalan kaki sejauh kurang lebih 300 meter. Goa sentono persis ada di pinggiran Sungai Bengawan Solo.

Goa Sentono berada di pegunungan kapur. Bibir goa tidak jauh dari tebing Sungai Bengawan Solo. Lebar goa sekitar 3 meter dengan ketinggian sekitar 2,5 meter dan kedalaman hingga sekitar 10 meter. Jika dilihat ke dalam bentuknya semakin mengerucut. Sehingga semakin ke dalam pengunjung harus membungkuk. Bagian dalam goa terlihat gelap karena minimnya penerangan.

Sebelum memasuki kawasan goa, pengunjung merasa seperti berada di lembah. Sepanjang mata memandang terdapat hamparan Sungai Bengawan Solo dari ketinggian tertentu. Hawa sejuk menyapa dikala angin berhembus. Tentu pemandangan alam disebelah sungai terpanjang di Pulau Jawa ini menjadi suatu suguhan wisata yang mengguratkan keindahan.

Dari lembah tersebut berjalan menurun di bebatuan 200 meter pengunjung harus berhati-hati karena jalan bebatuan cukup curam. Dari atas hanya tampak batu besar. Namun setelah sampai di bawah barulah kelihatan Goa Sentono.

Perpaduan pegunungan, goa dan sungai ini justru menjadi daya tarik para penghobi fotografi. Sering para fotografer datang ke Goa Sentono. Cukup banyak angle saat memotret di lokasi ini. Kebanyakan yang kesini para remaja.

Goa Sentono juga sarat nilai sejarah. Banyak versi yang menjelaskan bahwa goa ini ada kaitannya dengan sejarah Desa Mendenrejo, namun dengan versi yang berbeda-beda dari cerita rakyat setempat. Ada yang mengatakan berkaitan dengan cerita Blacak Ngilo dan Sunan Bonang.

Blacak Ngilo adalah seorang prajurit Majapahit yang melarikan diri saat perang saudara memperebutkan kekuasaan Majapahit. Ada pula yang mengatakan bahwa goa ini dulu pernh dijadikan tempat semedi Sunan Bonang untuk bertapa di tepi Sungai Bengawan Solo.

Bagi anda yang ingin berkunjung ke Goa Sentono, penting untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, membawa bekal yang cukup, serta berhati-hati selama perjalanan. Goa Sentono bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga situs budaya yang penuh dengan sejarah dan cerita mistis yang patut dilestarikan.Paket liburan terbaik

Goa Sentono adalah pilihan tepat bagi mereka yang mencari pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam dengan nilai-nilai sejarah. Pesona alam dan keunikan sejarahnya membuat Goa Sentono menjadi salah satu destinasi yang sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke Kabupaten Blora.

Petilasan Kadipaten Jipang Panolan

Komplek Makam Gedong Ageng Jipang

Petilasan Kadipaten Jipang Panolan berada di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Blora, (berjarak sekitar 8 kilometer dari kota Cepu) berupa makam Gedong Ageng. Untuk mencapai daerah Jipang, bisa ditempuh dengan kendaraan sepeda motor atau mobil.

Pada jamannya tempat ini merupakan pusat pemerintahan Kadipaten Jipang. Di tempat ini ada makam kerabat Kadipaten Jipang, diantaranya makam R. Bagus Sosrokusumo, R. Bagus Sumantri, RA Sekar Winangkrong, dan Tumenggung Ronggo Atmojo.

Peninggalan lainnya adalah Makam Santri Songo, yang berada di sebelah Utara Makam Gedong Ageng, berupa makam sembilan santri yang diduga mata-mata Pajang yang ditangkap dan dibunuh oleh prajurit Jipang.

Selain itu ada juga Petilasan Bengawan Sore, dan Petilasan Masjid Jipang Panolan, Petilasan Semayam Kaputren, dan Petilasan Siti Hinggil.

Menurut juru kunci Makam Gedong Ageng, Salekun (50), setiap hari selalu ada pengunjung yang datang ke makam. Tidak saja dari daerah di sekitarnya, tapi juga dari luar daerah, terutama Solo dan Yogyakarta. Mereka datang dengan berbagai maksud. Ada yang sekadar ingin mengunjungi dan melihat dari dekat peninggalan sejarah zaman Mataram Islam ini, banyak pula yang datang dengan hajat tertentu.

Setiap pengunjung Petilasan Kadipaten Jipang Panolan ini harus menjaga sopan santun, terutama saat masuk ke lingkup makam. Menurut juru kunci Salekun, ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar saat berkunjung ke makam. Pantangan itu antara lain dilarang membawa benda-benda yang ada di lingkungan makam, bahkan secuil tanah pun.

Pengunjung juga diminta untuk uluk salam terlebih dahulu saat akan masuk makam, dan jangan tinggi hati atau menyepelekan hal-hal yang ada dalam kompleks makam.

“Kalau pantangan-pantaangan ini dilanggar biasanya ada kejadian yang tidak baik menimpa orang tersebut”, ujarnya.

Warga Jipang juga memiliki tradisi sedekah bumi sebagai ungkapan rasa syukur. Tradisi ini disebut dengan manganan dan biasanya dilakukan di makam Gedong Ageng. Setidaknya ada tiga acara manganan, yakni saat turun hujan pertama kali, saat tanam padi, dan saat panen. Acara ini biasanya disertai dengan pertunjukan seni tradisi, seperti ketoprak, wayang krucil, wayang kulit, atau seni tradisi yang lain.

Kampung Durian Nglawungan

Kampung Durian Nglawungan


Kampung Durian Nglawungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kini semakin indah dan menarik. Letaknya tidak jauh dari kota Blora, hanya sekitar 11 Km dengan akses jalannya sudah cukup bagus untuk dilalui kendaraan roda empat, maupun roda dua.

Menariknya di kampung durian nglawungan sekarang sudah dibangun joging track, sehingga pengunjung bisa berolahraga, bisa memetik sendiri buah durian dan makan ditempat. Rasanya pun legit dan bikin ketagihan, jenis duriannya ada Montong, Tampar, dan lokal.

Pengunjung di kampung durian nglawungan tidak hanya dari warga lokal Blora saja, namun datang dari luar kota, seperti Semarang, Rembang dan Kabupaten terdekat yang lainnya.

Kampung Durian Nglawungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini tergolong legendaris. Ini lantaran sebelum menjadi destinasi wisata kampung durian tahun 2017 oleh Pemerintah Desa di Blora. Penduduk setempat sudah menanami lahannya dengan pohon durian. Dan para penduduk ini mewarisinya dari para leluhurnya terdahulu.

Konon katanya setiap tahun sekali saat musim panen. Para penduduk mengadakan sedekah terlebih dahulu berupa nasi ingkung atau nasi tumpeng dengan ayam bakar utuh. Dengan harapan agar hasil panennya melimpah.

Untuk melestarikan budaya kearifan lokal itu, Kepala Desa setempat tetap melaksanakan sedekah tersebut hingga sekarang. Sedekah itu bernama sedekah Durian.

Goa Terawang

Goa Terawang - Todanan

Goa Terawang Todanan di Kedung wungu Blora Jawa tengah adalah salah satu tempat wisata yang berada di desa kedung wungu, kecamatan todanan, kabupaten blora, provinsi jawa tengah. Lokasinya berjarak 32 kilometer arah barat Kota Blora atau 107 kilometer dari Kota Semarang.

Untuk menuju ke Goa Terawang sudah tersedia jalan desa yang mulus, dapat ditempuh dari Semarang-Purwodadi-Wirosari menuju ke Kunduran Kabupaten Blora. Tepat di pertigaan depan Puskesmas Kunduran, pengunjung bisa belok kiri melintasi jalan desa yang mulus sepanjang lebih kurang 8 kilometer.

Goa Terawang berada persis di tepi jalan. Kalau dari Blora, pengunjung menuju ke arah pertigaan Pasar Ngawen, kemudian membelok ke kanan melintasi jalan menuju ke Japah, Padaan, Ngapus, hingga Todanan atau sekitar 10 kilometer.

Goa Terawang ini sudah dikenal sejak zaman raja-raja Jawa untuk tempat bertapa guna memperoleh kekuatan mistis.Pada masa pemerintahan Belanda, Goa Terawang ini banyak menyimpan sejarah karena sering digunakan untuk pertemuan Bupati Blora semasa RMA Cokronegoro dengan pejabat-pejabat Belanda. Namun, pada masa perang kemerdekaan, Goa Terawang ini menjadi daerah pertahanan bagi para pejuang.

Goa Terawang merupakan kompleks goa yang memiliki enam goa dalam satu kawasan, ini terbanyak di Jateng. Di dalam kawasan seluas 13 hektar itu terdapat satu goa induk, satu sendang, dan lima goa kecil lainnya. Merupakan satu-satunya goa yang di dalamnya terang di siang hari karena terkena sinar matahari.

Disekitar kawassan Goa Terawang terdapat arena bermain anak yang terletak 50 meter dari mulut goa, yang terasa sejuk karena dipayungi ratusan pohon jati besar.

Suasana baru di Goa Terawang

Kondisi Gua Terawang saat ini mulai dibenahi, pengunjung bisa bersantai di dalam gua sekaligus menikmati keindahan stalaktit ratusan tahun. Hal itu lantaran, di dalam gua disediakan kursi dan meja dengan lampu-lampu hias warna-warni, yang semakin memanjakan mata pengunjung.

Waktu yang tepat untuk berkunjung di gua ini adalah saat siang hari, karena keindahan gua ini akan semakin terlihat saat sinar matahari mulai masuk ke dalam gua melalui lubang-lubang kecil yang ada di langit-langitnya.

Administratur Perum Perhutani KPH Blora, Yeni Ernaningsih, mengatakan: Gua Terawang ini merupakan salah satu obyek wisata yang dimiliki oleh perum Perhutani yang terletak di wilayah pangkuan perum Perhutani KPH Blora yang terletak di RPH Kalonan BKPH Kalonan.

Noyo Gimbal

Noyo Gimbal - Desa Bangsri

Desa Bangsri di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, kini memiliki ikon baru yang menambah daya tarik wisatanya. Sebuah patung megah yang menggambarkan sosok Noyo Gimbal atau Noyo Sentiko, tokoh legendaris dalam sejarah perjuangan rakyat Blora, resmi berdiri dan mulai menyedot perhatian banyak wisatawan.

Antusiasme masyarakat dan wisatawan terhadap Patung Noyo Gimbal begitu tinggi. Setiap akhir pekan, lokasi ini dipadati pengunjung yang ingin berfoto maupun mengenal lebih jauh kisah heroik Noyo Gimbal. Fenomena ini juga berdampak positif terhadap ekonomi warga, dengan meningkatnya pendapatan dari usaha kecil seperti kuliner dan cenderamata.

Lebih jauh, Pemerintah Desa Bangsri telah merancang pengembangan kawasan sekitar menjadi taman edukasi sejarah. Dengan konsep ini, wisatawan akan diajak mengenal lebih dalam perjalanan perjuangan rakyat Blora melalui cara-cara interaktif dan menyenangkan, memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.

Patung Noyo Gimbal tidak hanya menjadi lambang estetika, tetapi juga jembatan untuk memperkenalkan warisan budaya Blora kepada generasi muda. Dengan pendekatan kreatif, desa ini membuktikan bahwa pelestarian sejarah dapat berjalan beriringan dengan pengembangan wisata.

Noyo Gimbal, sebuah kawasan wisata alam dan pertanian, Desa Bangsri telah menarik perhatian banyak wisatawan sejak dibuka pada Juni 2023. Dibangun dengan semangat swadaya, bantuan dana desa, dan dukungan Banprov, proyek ini menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong perekonomian masyarakat setempat.

Noyo Gimbal menawarkan pengalaman unik yang memadukan hijauan sawah, kolam mina padi, dan suasana pedesaan yang tenang. Pengunjung bisa menikmati suasana alam yang sejuk sambil menikmati spot-spot foto yang menarik. Dengan dukungan komunitas lokal dan inisiatif masyarakat, Noyo Gimbal tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi ruang ekspresi dan wadah kreativitas bagi penduduk desa.

Noyo Gimbal adalah contoh nyata bahwa visi, semangat, dan kerjasama, mengubah desa kecil menjadi destinasi wisata yang menarik. Melalui kesungguhan dan semangat gotong royong, Desa Bangsri membuktikan bahwa dari sawah sederhana, mimpi besar bisa terwujud dan mensejahterakan seluruh warga desa.

Nyasar Di Tempat Yang Sunyi Dan Damai Di Bendung Goa Landak

Bendung Goa Landak

Awal yang tak sengaja, karena tujuan sebenarnya hanya ingin bersepeda menikmati suasana pemandangan pedesaan, persawahan dan hutan disepanjang perjalanan yang saya rencanakan bisa sampai ke jurangjero, bogorejo. Tentu saja perjalanan dengan bersepeda ini akan memakan waktu sekitar 90 menit, mengingat jaraknya yang cukup jauh sekitar 25 Km.

Sepanjang perjalanan, tak ada halangan berarti karena menyusuri jalanan beraspal yang cukup bagus sebagai jalan penghubung antara kecamatan jepon dan kecamatan bogorejo. Tetapi untuk sampai ke desa jurangjero, saya harus mengambil jalan ke utara setelah sampai di pertigaan pasar karang.

Perjalanan dengan bersepeda terus berlanjut hingga melewati dua jembatan dan jalan cor beton di desa karang, dan kemudian perjalanan berat dimulai. Saya merasakan beratnya mengayuh sepeda di jalan berbatu dan kondisi jalan yang menanjak kearah utara, satu- satunya akses jalan ke desa jurangjero.

Jika dicermati, sepertinya kondisi jalan ini sudah pernah di aspal. Mungkin karena kualitas pengerjaan atau material yang digunakan untuk membangun jalan yang tidak bagus, hingga menjadi lebih cepat rusak. Terlihat batuan kricak dan sisa- sisa aspal terkelupas berserakan, hingga terlihat lapisan dasar jalan berupa batuan kapur.

Untungnya selama perjalanan terhibur dengan suasana desa yang penuh dengan keramahan penduduknya. Beberapa kali berhenti dan mampir di warung, sekedar untuk bercengkerama dengan pemiliknya dan bertanya soal arah jalan mana yang harus saya ambil agar tidak nyasar.

Setelah beberapa menit melanjutkan bersepeda, tanpa terasa melewati lahan persawahan yang sedang menguning. Terlihat beberapa orang sedang mengangkut jerami dengan menggunakan motornya, rupanya ada pemilik sawah yang sedang panen padi. Tak ada salahnya untuk berhenti sejenak menikmati pemandangan sawah dan melihat para petani yang sedang panen. Tentunya ini bisa menjadi hiburan tersendiri.

Setelah puas mengabadikan beberapa moment panen padi, perjalanan berlanjut dan masih dalam kondisi jalanan desa yang cukup berat untuk dilalui. Kondisi jalan yang sepi dan rumah penduduk yang mulai jarang, tak ada seorang pun yang bisa ditanya. Sampailah disebuah pertigaan jalan di pinggir sebuah desa yang saya tak tahu namanya.

Hampir tiga puluh menit berhenti, beristirahat, dan berharap banyak ada orang yang lewat untuk sekedar bertanya arah jalan, tetap saja tak ada yang lewat. Akhirnya saya putuskan untuk mengambil jalan kearah kanan yang menanjak dan masuk kelingkungan desa.

Sekali lagi keramahan penduduk desa yang terlihat sepanjang perjalanan membuat saya berhenti dan menanyakan arah jalan. Kondisi jalan yang menanjak dan jumlah rumah penduduk yang masih sedikit, membuat saya bebas mengarahkan pandangan untuk sekedar menikmati suasana desa yang sepi dan berudara sejuk.

Tanpa sengaja saya melihat sebuah kawasan yang cukup luas dengan air yang cukup melimpah, sepertinya sebuah embung atau bendungan. Posisinya berada di sebelah barat desa, di tengah lahan persawahan. Saya pun akhirnya harus kembali turun ke pertigaan jalan dipinggir desa tadi. Ternyata jalan terdekat dan mudah menuju ke kawasan itu adalah dari pertigaan jalan pinggir desa kearah kiri.

Menyusuri jalan tanah dan dibagian pinggirnya ada saluran air atau lebih tepatnya irigasi, dan tak membutuhkan waktu lama pun akhirnya sampai juga ke kawasan ini.

Pintu air
Bendung Goa Landak

Ternyata namanya "Bendung Goa Landak" dan saya tak tahu mengapa dinamakan demikian. Setelah saya menanyakan ke beberapa orang yang saya jumpai, nama itu di ambil dari beberapa goa atau lubang- lubang besar yang ada disekitar pintu air yang saat ini telah ditutup.

Perluasan kawasan bendungan dan perbaikan pintu air, menyebabkan goa- goa itu harus ditutup agar air yang tertampung dibendungan tidak masuk ke goa- goa atau lubang- lubang itu. Mengenai hewan Landak yang menghuni goa- goa itu, penduduk desa pun tak ada yang tahu karena keberadaan landak itu hanya cerita turun- temurun saja.

Melihat- lihat sekeliling bendung goa landak ini, membuat saya harus membatalkan tujuan semula. Suasana yang jauh dari kebisingan suara knalpot, polusi udara, dan tentunya pemandangan sekitar bendung goa landak, membuat saya betah berlama- lama untuk menikmatinya. Bersepeda ke jurangjero akan saya lakukan lain waktu saja.

Irigasi Bendung Goa Landak


Sepertinya bendung goa landak ini sudah sejak lama ada, tentu saja kondisinya tidak seperti saat ini. Ini terlihat dari bangunan pintu air yang masih menggunakan struktur konstruksi bangunan yang lama. Jika diamati lebih detail, konstruksi pintu air mirip bangunan jaman orde lama dan masih difungsikan.

Sejauh mata memandang kearah selatan, ternyata bendung ini bisa mengairi lahan persawahan yang sangat luas pada musim penghujan. Sayangnya saat ini sedang musim kemarau, hingga airnya surut tidak bisa untuk mengairi sawah. Sedangkan pada bagian utara adalah landscape perbukitan kapur dan hutan jati.

Keberadaan Bendung Goa Landak ini belum banyak yang mengetahui, termasuk saya yang baru pertamakali menginjakkan kaki disini. Tentunya inilah pengalaman "Nyasar Di Tempat Yang Sunyi Dan Damai Di Bendung Goa Landak", untuk pertamakalinya saat bersepeda menikmati suasana pedesaan yang jaraknya bisa dibilang cukup jauh dari pusat kota blora.

Kecamatan Japah


Japah adalah sebuah kecamatan yang terletak di sebelah barat Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini terletak pada 111°016 - 111°338 Bujur Timur dan di antara 06°528’ - 07°248’ Lintang Selatan.

Wilayah Kecamatan Japah bagian selatan terdiri dataran rendah dan tanahnya subur, jalan datar beraspal baik, sementara wilayah bagian timur merupakan kawasan hutan jati milik Perhutani yang terdapat dataran tinggi dan tanahnya subur, jalan beraspal rusak. Wiayah bagian barat terdapat kawasan hutan jati milik Perhutani yang terdapat dataran tinggi, tanahnya subur, jalan beraspal baik, sementara wilayah bagian Utara terdapat kawasan hutan jati yang luas milik perhutani dataran tinggi, tanah berbatu, dan jalan beraspal rusak.

Desa/kelurahan

1. Beganjing
2. Bogem
3. Bogorejo
4. Dologan
5. Gaplokan
6. Harjowinangun
7. Japah
8. Kalinanas
9. Krocok
10. Ngapus
11. Ngiyono
12. Ngrambitan
13. Padaan
14. Pengkolrejo
15. Sumberejo
16. Tengger
17. Tlogowungu
18. Wotbakah

Separuh dari wilayah Kecamatan Japah merupakan kawasan hutan, terutama di bagian utara, timur, dan barat dan dataran rendah di bagian selatan umumnya merupakan areal persawahan yang subur. Sebagian besar wilayah Kecamatan Japah merupakan daerah krisis air (baik untuk air minum maupun untuk irigasi) pada musim kemarau. Sementara pada musim penghujan, rawan banjir longsor di sejumlah kawasan.

Wilayah Kecamatan Japah beriklim Tropis dan suhu udara rata–rata 32º C. Pada musim kemarau, yakni antara bulan April hingga Oktober suhu udara rata–rata 34 ºC dan 38 ºC, sementara pada musim penghujan, yakni antara bulan Oktober hingga April suhu udara rata – rata 32 ºC dan 34 ºC. Keadaan angin pada musim penghujan sangat kencang dari arah barat daya dan Utara.

Daerah Kecamatan Japah pada musim hujan sering terjadi banjir, karena tidak adanya selokan yang memadai sehingga mengakibatkan banyaknya genangan air yang akan mengakibatkan jalan beraspal menjadi rusak, juga banyak terjadi tanah longsor. Pada musim kemarau Kecamatan Japah sering terjadi kekeringan,sulit untuk mendapatkan air dan disisi lain sering terjadi kebakaran. Daerah Kecamatan Japah merupakan daerah lahan kritis dan tandus, sehingga pendapatan perkapita rendah, juga tergolong ekonomi rendah, sehingga Kecamatan Japah dapat disebut daerah staguna (daerah mandek).

Kondisi Terkini Pemandian Sayuran


Fakta tentang kondisi terkini pemandian sayuran yang berada di desa soko, kecamatan jepon, kabupaten blora, ternyata jauh dari apa yang diberitakan selama ini. Memang dulu, tempat wisata ini menjadi favorit bagi sebagian besar warga blora yang ingin berlibur di akhir pekan.

Letaknya yang berada diatas bukit, memungkinkan para pengunjungnya dapat menikmati pemandangan alam dibawahnya. Selain itu, ada kolam- kolam renang untuk anak- anak dan orang dewasa. Demikian pula, ada sebuah tempat yang sangat sakral bagi warga sekitar. Lokasinya berada di puncak bukit sayuran, warga mengenalnya sebagai tempat bersemadi para penganut kepercayaan kejawen.

Lain dulu, lain pula kondisi tempat wisata pemandian sayuran saat ini. Akses jalan yang bagus, memudahkan saya untuk mencapai ke lokasi dengan mudah. Berbeda dengan beberapa waktu yang lalu, dimana kondisi jalan yang rusak parah. Suasana tampak sepi dan hanya sesekali truk pengangkut batu kapur dan beberapa sepeda motor melintas.

Kondisi pintu gapura sebagai pintu masuk utama menuju kolam- kolam renang didalam area pemandian sayuran terlihat banyak sekali corat- coret berupa gambar dan tulisan. Pintu gapura telah rusak dengan kondisi tidak digembok, demikian pula dengan pagar besinya sudah berkarat dan ada yang hilang.

Masuk ke area kolam- kolam terlihat akses jalannya yang tidak terawat dan banyak sampah dedaunan. Sampai ditepian kolam, tak ada airnya sama sekali dan terlihat banyak ubinnya yang terlepas. Tampak pula jejak- jejak tangan usil yang meninggalkan coretan- coretan di dinding kolam. Banyak sekali terdapat retakan- retakan di dasar kolam dan pada dindingnya.

Kemudian saya bergegas keluar dari area kolam pemandian sayuran, menuju ke tempat persemadian para penganut aliran kepercayaan . Terlihat dari kejauhan gapura lengkung berwarna putih, terdapat sederet tulisan aksara jawa dan tulisan "Waringin seto". Pintu gapura terkunci rapat dan digembok, menandakan tempat ini masih dirawat. Terbukti pada bagian dalam area tempat persemadian ini bersih, meskipun didalam terdapat pohon- pohon perdu yang bersulur. Berbeda dengan bagian halaman luar yang dibiarkan kotor.

Penasaran dengan jalan berbatu yang sepertinya menuju ke bagian belakang dari tempat persemadian ini, ternyata terdapat sebuah bangunan rumah yang bagus. Namun sayang belum sempat melihat kondisi rumah dari jarak dekat, terdengar gonggongan anjing- anjing yang cukup keras dari arah rumah itu. Pertanda kehadiran saya tak dikehendaki.....

Samin Surosentiko


Samin Surosentiko lahir pada tahun 1859, di Desa Ploso Kedhiren, Randublatung Kabupaten Blora. Ayahnya bernama Raden Surowijaya atau lebih dikenal dengan Samin Sepuh. Nama Samin Surosentiko yang asli adalah Raden Kohar . Nama ini kemudian dirubah menjadi Samin, yaitu sebuah nama yang bernafas kerakyatan.

Samin Surosentiko masih mempunyai pertalian darah dengan Kyai Keti di Rajegwesi, Bojonegoro dan juga masih bertalian darah dengan Pengeran Kusumoningayu yang berkuasa di daerah Kabupaten Sumoroto ( kini menjadi daerah kecil di Kabupaten Tulungagung) pada tahun 1802-1826.

Pada tahun 1890 Samin Surosentiko mulai mengembangkan ajarannya di daerah Klopoduwur, Blora. Banyak penduduk di desa sekitar yang tertarik dengan ajarannya, sehingga dalam waktu singkat sudah banyak masyarakat yang menjadi pengikutnya. Pada saat itu pemerintah Kolonial Belanda belum tertarik dengan ajarannya, karena dianggap sebagai ajaran kebatinan biasa atau agama baru yang tidak membahayakan keberadaan pemerintah kolonial.

Pada tahun 1903, Residen Rembang melaporkan bahwa ada sejumlah 722 orang pengikut samin yang tersebar di 34 Desa di Blora bagian selatan dan daerah Bojonegoro. Mereka giat mengembangkan ajaran Samin. Sehingga sampai tahun 1907 orang Samin berjumlah + 5.000 orang. Pemerintah Kolonial Belanda mulai merasa was-was sehingga banyak pengikut Samin yang ditangkap dan dipenjarakan.

Dan pada tanggal 8 Nopember 1907, Samin Surosentiko diangkat oleh pengikutnya sebagai RATU ADIL,dengan gelar Prabu Panembahan Suryangalam. Kemudian selang 40 hari sesudah peristiwa itu, Samin Surosentiko ditangkap oleh radenPranolo, yatu asisten Wedana Randublatung. Setelah ditangkap Samin beserta delapan pengikutnya lalu dibuang ke luar Jawa, dan berliau meninggal di luar jawa pada tahun 1914.

Tahun 1908, Penangkapan Samin Surosentiko tidak memadamkan pergerakan Samin. Wongsorejo, salah satu pengikut Samin menyebarkan ajarannya didistrik Jawa, Madiun. Di sini orang-orang Desa dihasut untuk tidak membayar Pajak kepada Pemerintah Kolonial. Akan tetapi Wongsorejo dengan baberapa pengikutnya ditangkap dan dibuang keluar Jawa.

Tahun 1911 Surohidin, menantu Samin Surosentiko dan Engkrak salah satu pengikutnya menyebarkan ajaran Samin di daerah Grobogan, sedangkan Karsiyah menyebarkan ajaran Samin ke Kajen, Pati. Tahun 1912, pengikut Samin mencoba menyebarkan ajarannya di daerah Jatirogo, Kabupaten Tuban, tetapi mengalami kegagalan.

Tahun 1914, merupakan puncak Geger Samin. Hal ini disebabkan karena Pemerintah Kolonial belanda menaikkan Pajak, bahkan di daerah Purwodadi orang-orang Samin sudah tidak lagi menghormati Pamong Desa dan Polisi, demikian juga di Distrik Balerejo, Madiun.

Di Kajen Pati, Karsiyah tampil sebagai Pangeran Sendang Janur, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membayar pajak. Di Desa Larangan, Pati orang-orang Samin juga menyerang aparat desa dan Polisi Di Desa Tapelan, Bojonegoro juga terjadi perlawanan terhadap Pemerintah Kolonial Belanda, yaitu dengan tidak mau membayar pajak.

Tahun 1930, perlawanan Samin terhadap pemerintah Kolonial terhenti, hal ini disebabkan karena tidak ada figur pimpinan yang tanggguh.

Dalam naskah tulisan tangan yang diketemukan di Desa Tapelan yang berjudul Serat Punjer Kawitan, disebut-sebut juga kaitan Samin Surosentiko dengan Adipati Sumoroto Dari data yang ditemukan dalam Serat Punjer Kawitan dapat disimpulkan bahwa Samin Surosentiko yang waktu kecilnya bernama Raden Kohar , adalah seorang Pangeran atau Bangsawan yang menyamar dikalangan rakyat pedesaan. Dia ingin menghimpun kekuatan rakyat untuk melawan Pemerintah Kolonial Belanda dengan cara lain.

Pengabadian Cinta Di Bebatuan Bukit Cinta

Pemandangan Di Bukit Cinta

Terletak di di Desa Tempel-Lemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Entah sejak kapan dinamakan Bukit Cinta, mungkin nama ini gara-garanya sering disebut di radio- radio lokal ketika itu. Tentu saja, waktu itu belum banyak hp dan mereka memanfaatkan radio untuk berkirim salam kepada teman atau pacar, dan menyebut nama "Bukit Cinta" sebagai tempat janjian untuk ketemuan.


Bukit Cinta menjadi tempat favorit dan ramai dikunjungi pada hari Minggu, yang datang biasanya berpasang-pasangan atau sekelompok anak- anak muda, pelajar SMP dan SMA, yang sudah berumur juga ada bersama anak- anaknya. Tulisan- tulisan pengukuhan cinta tertera ratusan kata- kata cinta yang beberapa diantaranya telah luntur, yang ditulis di batu- batu oleh pasangan muda-mudi yang pertamakali berkunjung di sana atau bahkan berulang-kali.

Perjalanan Ke Bukit Cinta.

Bukit Cinta atau Bukit Selo Parang dapat ditempuh sejauh tak kurang dari 2 kilometer dari jalan raya atau 12 Km dari pusat kota Blora, jika dari arah cepu maka perjalanan ditempuh sejauh 25 km. Dari pertigaan jalan Desa Tempellemahbang atau pertigaan jalan didepan SMU 1 Jepon, kurang- lebih 300-an meter masuk ke jalan Desa tersebut akan menjumpai Balai Desa Tempel yang menghadap ke utara di sisi timur pertigaan jalan.

Pertigaan Tempellemahbang

Dari pertigaan Balai Desa Tempel ini, belok kiri dan lurus saja menyusuri jalan yang mulai menanjak setelah melewati jembatan dan sebuah masjid. Tak berapa lama akan lihat jalan kecil beraspal cukup bagus di sebelah kanan jalan.

Pertigaan kearah Waduk Lemahbang

Dari pertigaan kecil inilah, jalan tersebut akan menuntun sampai di waduk yang berada di bawah Bukit Cinta (Selo Paran). Kendaraan roda empat dapat diparkir di depan sebuah warung sederhana di sisi barat waduk, sedangkan roda dua dapat di parkir di warung sebelah timur waduk.

Warung Di pinggir Waduk Lemahbang

Untuk melepas penat selama perjalanan, tak ada salahnya jika menikmati bekal yang dibawa sambil menikmati pemandangan di seputar waduk. Anda juga dapat menyalurkan hobby memancing, atau sekedar melihat beberapa orang yang sedang menunggu kailnya yang tak kunjung mendapatkan ikan.

Waduk Lemahbang

Pesan saja es teh atau makanan ringan lainnya, sekedar pengisi perut dan melepas rasa dahaga. Nikmati dengan cara lesehan di pinggiran waduk yang sudah tersedia tempat duduk sederhana. Suasananya sejuk dan tidak panas karena posisi warung berada di bawah rerimbunan pohon. 

Landscape Bukit Cinta.

Dari lahan parkir di warung sebelah timur waduk ini, Bukit Cinta bisa ditempuh dengan berjalan kaki pada jalan yang menanjak sejauh tak kurang dari 100-an meter. Pemandangan dari atas perbukitan itu memang cukup indah, seperti pada umumnya pemandangan di dataran tinggi lainnya di blora. Tampak pemandangan di dominasi oleh hutan jati yang baru direboisasi, dan hamparan sawah di sekitar waduk.

Pengabadian Cinta Di Bebatuan.

Tulisan-tulisan cinta tersebar di bebatuan gunung kapur di lahan tak lebih dari 400 meter persegi di atas Bukit Cinta. "Mita Cinta Jaya", "Inem Cinta Budi", "Shodiq Cinta Mala". Simbol- simbol cinta menyertai kata cinta ini, hampir memenuhi seluruh bebatuan di atas bukit ini.

Batu pengabadian cinta

Entah mitos apa yang ingin mereka buat, sehingga menulis cintanya di bebatuan itu. Mungkin, karena pengaruh gaya- gaya percintaan di sinetron yang saat itu juga mulai merambah di entertainment indonesia. Semestinya mereka tak sekedar menulis dengan tipe-ex atau spidol, tetapi memahatnya diatas batu biar tulisan mereka tak luntur atau tak hilang.

Tidak tahu siapa pertama kali yang mencetuskan nama "Bukit Cinta". Yang pasti, masyarakat sekitar sini hanya mengenalnya sebagai Selo Paran.

Saran:
1. Datang ke lokasi pada sore hari, sangat indah menyaksikan matahari tenggelam di ufuk barat.
2. Jangan membawa bekal terlalu banyak karena dikuatirkan akan menimbulkan banyak sampah.
3. Tidak direkomendasikan untuk masuk ke Cafe ( ada Cafe remang- remang ) disebelah barat waduk.
4. Bayar parkir sesuai tarifnya.
5. Ada tambahan fasilitas hiburan yang dapat anda manfaatkan di waduk, yaitu dua angsa air yang bisa digunakan untuk sekedar bermain mengelilingi waduk.

Pesona Tersembunyi Puncak Bukit Pencu



Meskipun belum terdengar gaungnya ke seantero bumi, perbukitan yang sangat terjal ini menyuguhkan pemandangan yang sangat indah. Sejauh mata memandang, yang terpampang didepan mata adalah hamparan lahan pertanian tadah hujan, rumah- rumah penduduk yang sederhana, sebagian luas hutan jati, dan perbukitan kapur. Menyuguhkan pemandangan 360 derajat dengan mengitari puncak bukit ini yang tidak terlalu luas. Dari sisi yang berbeda, maka akan disuguhkan pemandangan yang berbeda pula.

Perjalanan Menuju Lokasi.

Puncak bukit pencu berada di wilayah Kecamatan Bogorejo, tepatnya di sebelah utara Desa Gayam, dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota Blora. Di sepanjang perjalanan menuju Puncak bukit pencu, disuguhkan dengan barisan pohon jati di kawasan hutan milik Perhutani yang terletak di Desa Gayam. Sebelum meneruskan perjalanan, sejenak menyempatkan untuk singgah di Sabrangan (perbatasan Desa Gayam dan Desa Gandu) menyuguhkan pemandangan kawasan pegunungan karst.


Kawasan karst merupakan kawasan batuan karbonat yang memperlihatkan bentuk lapisan karst. Kawasan karst tersebut berada di sepanjang jalan di Desa Gandu di sisi kanan dan kirinya dengan topografi sebesar 15-40% dengan ketinggian sekitar 400 m di atas permukaan laut, dimana daerah tersebut merupakan daerah perbukitan.

Sebuah pengalaman perjalanan yang tak akan terlupakan.

Lebih mengasyikkan, jika berada di puncak bukit ini pada pagi dan sore hari. Menikmati munculnya matahari pagi yang malu- malu muncul dari ufuk timur dan hembusan angin pagi yang menyegarkan fikiran dan raga. Atau berada di puncak bukit pada sore hari, menyaksikan sang matahari yang ingin cepat- cepat sembunyi dibalik cakrawala. Sungguh...!!!, tak akan pernah bosan untuk kembali lagi kesini.


Perjalanan harus dilakukan dengan berjalan kaki, karena dari desa ke kaki bukit pencu tak ada lagi jalan yang bisa dilalui dengan kendaraan. Titipkan saja kendaraan ke rumah- rumah penduduk. Jangan kuatir tentang keamanannya, asal memberikan ongkos jasa parkir dan keamanan.

Selayaknya orang yang akan melakukan kegiatan pendakian, persiapkan fisik dan mental dengan prima. Meskipun perjalanan yang ditempuh tidak terlalu lama, namun sangat melelahkan karena menghadapi kondisi jalan yang menanjak dan licin pada saat musim hujan. Sebaiknya perjalanan dilakukan secara berkelompok atau minimal dua orang, dan jangan lupa membawa bekal berupa air mineral dan makanan ringan secukupnya.

Perjalanan pendakian yang menyenangkan.

Sepanjang perjalanan menuju ke puncak bukit pencu, akan menyusuri jalan setapak pematang sawah dan diantara rimbunnya pohon- pohon jati yang baru ditanam di lereng bukit. Terpampang sangat jelas pemandangan alamiah perdesaan dipinggiran hutan yang sangat menyejukkan. Dan, tak terasa perjalanan akan sedikit terasa berat dan membuyarkan pikiran.


Jalan setapak yang menanjak dan terjal, bebatuan yang licin, memaksa harus berhati- hati untuk mengatur langkah menuju puncak bukit. Bagi yang pertamakali melakukan perjalanan seperti ini, tak apalah berhenti sejenak untuk sekedar menikmati bekal yang dibawa.


Seteguk air mineral dan sepotong roti, mengiringi pandangan mata menikmati landscape persawahan dan hutan yang sangat menawan. Seperti lukisan bertema alam yang dipajang di galeri dari seorang maestro, tentu saja pemandangan alamiah ini jauh lebih indah, asli, dan mahal. Lelah pun hilang, berganti dengan semangat untuk segera sampai ke puncak bukit.

Pemandangan yang menentramkan jiwa dan fikiran.

Sejenak beristirahat dan menikmati perbekalan yang tersisa, setelah sampai di puncak bukit pencu. Di sebuah fasilitas sederhana yang tersedia, namun cukup untuk berteduh dari panas sinar matahari yang cukup terik.


Pendakian yang cukup melelahkan, tergantikan dengan perasaan yang tak dapat dilukiskan dengan kata- kata. Sejauh mata memandang sampai ke batas cakrawala, terlepas segala kegundahan yang menumpuk.


Sekedar saran :

1. Tak Masalah kalau ingin "Berteriak dengan Keras" disini ( kebiasaan yang tak bisa hilang ).
2. Bawa bekal secukupnya, terutama air mineral untuk antisipasi dehidrasi.
3. Jangan nyampah, bawa pulang jika perbekalan masih ada sisa.
4. Abadikan moment- moment indah dan menyenangkan dengan kamera yang berkualitas.
5. Bayar uang parkir dan keamanan.
6. Pikirkan lagi untuk kembali kesini.

Pesona tersembunyi puncak bukit pencu yang tak akan bosan untuk dinikmati dan ingin rasanya kembali lagi kesini.

Kecamatan Todanan


Kecamatan todanan, secara geografis terletak di bagian barat laut kabupaten blora, berjarak 40 km arah barat dari pusat kota blora. Secara administrasi, kecamatan todanan di sebelah utara berbatasan langsung dengan kabupaten pati, di sebelah timur berbatasan dengan kecamatan japah, di sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan kunduran, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan kabupaten grobogan. Jadi kecamatan todanan berbatasan langsung dengan 2 (dua) kabupaten sekaligus. Bentang terjauh kecamatan todanan dari barat ke timur sepanjang 16 km, yaitu dari desa pelemsengir sampai desa gunungan dan dari utara ke selatan sejauh 25 km yaitu dari desa kedungbacin sampai desa tinapan.

Kecamatan todanan memiliki wilayah seluas 128,74 km 2 atau 7,07 persen luas kabupaten blora. Dibandingkan kecamatan lain, luas wilayah kecamatan todanan tergolong besar yaitu menempati urutan ke-4 se kabupaten blora. Di kecamatan todanan terdapat desa yang luasnya sangat kecil yakni desa gunungan merupakan desa yang memiliki wilayah terkecil dengan luas wilayah 24,56 km 2 atau sekitar 10,3 persen dari luas kecamatan todanan.

Lahan di kecamatan todanan terdiri atas lahan sawah seluas 4.055,174 hektar (31,50 persen) dan sisanya lahan bukan sawah sebesar 8.818,826 hektar (68,50 persen). lahan bukan sawah terbagi atas 43,76 persen hutan negara, 15,88 persen tegalan, 8,28 persen pekarangan, 0,56 persen lainnya. Lahan sawah yang menggunakan irigasi tehnis, setengah teknis dan sederhana sebanyak 3,125 hektar sedangkan sisanya seluas 4.051,87 hektar merupakan sawah tadah hujan. Dengan demikian sebagian besar lahan sawah panen padi sawah hanya satu kali dalam setahun, hanya sebagian lahan di sepuluh desa yang dapat panen padi sawah dua kali dalam setahun.

Iklim di kecamatan todanan secara umum tidak jauh berbeda dengan kecamatan lain di blora. Kecamatan todanan termasuk daerah dengan curah hujan rendah dan sering mengalami kekeringan di musim kemarau. Rata-rata curah hujan di kecamatan todanan tercatat sebesar 165 mm dengan rata-rata hari hujan tercatat sebanyak 7,6 hari perbulan. Curah hujan cukup tinggi tercatat pada bulan januari, nopember dan desember dengan curah hujan di atas 200 mm dan terendah pada bulan juli dan agustus dengan curah hujan sebesar 0 mm, dikarenakan tidak ada hujan sama sekali. Hari hujan tercatat cukup sering terjadi pada bulan januari dengan hari hujan 15 hari perbulan dan pada bulan juni, juli dan bulan agustus tidak terjadi hujan sama sekali tercatat 0 hari hujan perbulan.

Berdasarkan uu no. 23 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, kecamatan dipimpin oleh seorang camat yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada bupati melalui sekretaris daerah. Sedangkan desa dipimpin oleh kepala desa yang dipilih langsung oleh penduduk desa tersebut. Dalam menjalankan pemerintahan desa seorang kepala desa dibantu oleh sekretaris desa dan perangkat desa.

Secara administrasi, kecamatan todanan terbagi menjadi 25 desa dan merupakan kecamatan dengan jumlah desa yang sama dengan kecamatan jepon. Untuk memudahkan koordinasi, setiap desa terbagi menjadi beberapa rukun warga (rw) dan rukun tetangga (rt). Disamping itu, masyarakat todanan juga menggunakan dusun sebagai wilayah administrasi. kecamatan todanan terdiri dari 75 dusun, 74 rukun warga dan 341 rukun tetangga dengan jumlah penduduk sebesar 58.161 jiwa. 

Berikut nama desa di kecamatan todanan, antara lain:
1. Bedingin
2. Bicak
3. Candi
4. Cokrowati
5. Dalangan
6. Dringo
7. Gondoriyo
8. Gunungan
9. Kacangan
10. Kajengan
11. Karanganyar
12. Kedungbacin
13. Kedungwungu
14. Kembang
15. Ketileng
16. Ledok
17. Ngumbul
18. Pelemsengir
19. Prigi
20. Sambeng
21. Sendang
22. Sonokulon
23. Tinapan
24. Todanan
25. Wukirsari

Kecamatan todanan dipimpin oleh seorang camat dan dibantu seorang sekretaris kecamatan. Jumlah pegawai di kantor kecamatan todanan adalah 12 orang. Jumlah perangkat desa di kecamatan todanan mengalami mengalami perubahan sejak tahun 2010. Perangkat desa pada tahun 2010 berjumlah 209 orang, sedangkan pada tahun 2011 berjumlah 209 orang begitupun di tahun 2012 yaitu 209 perangkat. Jumlah personel perlindungan masyarakat (linmas) yang merupakan aparat desa di bidang keamanan dan ketertiban, tidak ada perubahan yaitu berjumlah 623 orang.

Upaya peningkatan mutu di bidang pendidikan berkaitan erat dengan ketersediaan fasilitas pendidikan dan kecukupan jumlah guru. Kedua hal tersebut dapat dilihat dari jumlah sekolah dan rasio murid guru. Jumlah sekolah jenjang tk, sd, smp dan slta mengalami perubahan dengan tahun 2011 yaitu masing-masing sebanyak 35, 48, 7 dan 1 unit. Sedangkan pada tahun 2012 jumlah sekolah tk, sd, sltp dan slta masing-masing sebanyak 39, 55,12 dan 3 sekolah.

Jenjang pendidikan tk dan sd di kecamatan todanan untuk tahun ajaran 2012/2013 seorang guru rata-rata harus mengajar 11 dan 15 siswa. Hanya di desa sambeng yang rasio murid gurunya paling tinggi jika dibandingkan desa lainya yakni seorang guru harus mengajar 22 orang murid. Rasio murid dan guru tk paling tinggi terjadi di desa kacangan sebesar 22 diikuti desa dalangan dengan rasio murid dan guru sebesar 16. Rasio murid dan guru untuk tingkat sd hampir merata di setiap desa dengan kisaran 8 – 22. Hal ini masih menunjukkan ketersediaan guru sd masih mencukupi dalam proses belajar mengajar.

Sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk kecamatan todanan, keberadaan sarana kesehatan yang mudah terjangkau dan biaya murah sangat diperhatikan pemerintah. Posyandu memiliki jumlah paling banyak meliputi 87 posyandu yang tersebar di seluruh desa. Posyandu merupakan sarana kesehatan yang terdekat bagi anak balita dan ibu hamil-menyusui. Pemerintah daerah juga mencanangkan program pelayanan kesehatan murah dan terjangkau bagi masyarakat dan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat miskin dari pustu dan puskesmas. Puskemas terletak di desa todanan dan desa gondoriyo, sedangkan pustu terletak di desa pelemsemgir, sambeng, tinapan dan bicak.

Tenaga kesehatan yang berdomisili di kecamatan todanan terdiri dari dokter, mantri kesehatan, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya. Sedangkan tenaga kesehatan lainnya tidak ada yang berdomisili di kecamatan todanan. Jumlah tenaga kesehatan pada tahun 2012 masih sama dengan tenaga kesehatan tahun 2011. Tenaga kesehatan dukun bayi jumlahnya paling banyak walaupun bersifat tradisional yaitu sebesar 26 orang.

Bidan berdomisili hampir di setiap desa kecuali desa wukirsari, todanan, gunungan, candi, gondoriyo, kembang, bedingin, ledok dan kedungbacin. Jumlah layanan kesehatan yang diberikan oleh puskesmas kepada masyarakat kecamatan todanan pada tahun 2012 mencapai 16.595 buah, dengan pelayanan menggunakan jps mencapai 2.500 buah (15,06 persen). Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat miskin berobat ke puskesmas semakin tinggi.

Sektor pertanian merupakan penggerak utama perekonomian sekaligus sumber utama mata pencaharian masyarakat di kecamatan todanan. Ketersediaan air masih menjadi kendala utama sektor pertanian. Komoditi utama berupa padi dan jagung. Produksi padi kecamatan todanan tahun 2012 mengalami kenaikan sekitar 5.949 ton dibandingkan tahun 2011. Peningkatan ini lebih disebabkan oleh meningkatnya luas panen yaitu 562 ha. Sedangkan produksi palawija sebagian mengalami penurunan karena sebagian petani menggunakan lahannya untuk menanam tanaman tebu daripada palawija.

Komoditi jagung yang merupakan andalan petani mengalami peningkatan produksi yang cukup besar, padahal luas panen tanaman ini turun 305 ha. Sedangkan tanaman palawija yang mengalami penurunan produksi adalah kacang tanah. Pada tahun 2011 produksi kacang tanah sebanyak 1.500 ton menurun menjadi1.183 ton pada tahun 2012 dengan alasan yang sama, luas panen yang berkurang yaitu 590 ha.

Produktivitas tanaman padi dan palawija di kecamatan todanan masih perlu terus ditingkatkan untuk meningkatkan produksi. Pada tahun 2011, produktivitas ubi kayu (186,66 kw/ha) menduduki peringkat teratas dibandingkan tanaman padi (44,87 kw/ha) dan palawija lainnya. Namun pada tahun 2012 mengalami penurunan produktivitas yang drastis mencapai angka (126,00 kw/ha). Sedangkan tanaman yang mempunyai produktivitas terendah adalah tanaman kacang tanah (11,95 kw/ha).

Mayoritas penduduk kecamatan todanan memelihara ternak sapi dengan tujuan untuk menambah penghasilan atau sebagai tabungan yang dapat digunakan saat ada keperluan yang membutuhkan biaya besar. Populasi ternak sapi potong di kecamatan todanan selama tujuh tahun terakhir cenderung berfluktuasi. Mulai tahun 2009 terjadi peningkatan hingga tahun 2011. kemudian terus menurun sampai tahun 2012.

Potensi sapi potong yang sangat besar tersebut perlu kembangkan dengan stabilisasi harga jual dan pemberian bibit sapi unggul. Namun dalam dua taun terakhir malah mengalami penurunan yang drastis hingga angka 14.56 ribu ekor. Selain sapi potong, potensi ternak kambing/domba dan ayam kampung/pedaging juga cukup besar. Populasi kedua ternak tersebut selama dua tahun terakhir mengalami peningkatan, walaupun bertambahnya tidak banyak. Keadaan lahan yang berbukit-bukit, banyak tegalan, hutan rakyat dan sawah tadah hujan dapat menghasilkan rumput dan pakan ternak lain yang melimpah saat musim hujan.

Perdagangan domestik kecamatan todanan pada tahun 2012 mengalami stagnasi/tidak berubah dibanding tahun 2011. Hal ini ditunjukkan dengan tidak bertambahnya jumlah pasar tradisional yang berupa pasar desa yang berada di desa sempu dan pasar daerah yang berada di todanan. Perusahaan dagang (pd) di kecamatan todanan berjumlah 56 buah. Jumlah ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2011 yang sebanyak 53 buah.

Jumlah pd di kecamatan todanan yang tergolong sedikit dibanding kecamatan yang lain. Keseluruhan pd termasuk kategori pd kecil walaupun 1 pd berbadan hukum cv. Koperasi merupakan salah satu urat nadi perekonomian nasional yang mendapatkan pembinaan secara serius dari dinas deperindagkop menunjukkan kinerja yang cukup baik. Jumlah koperasi di kecamatan todanan pada tahun 2012 sebanyak 23 buah, dua puluh dua berbentuk non kud dan sisanya satu buah berbentuk kud.

Keberhasilan upaya pembangunan ekonomi suatu daerah memerlukan dukungan infrastuktur jalan yang memadai. Infrastuktur jalan merupakan sarana vital untuk yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah yang lain. Semakin baik mutu jalan akan semakin cepat, mudah dan murah biaya angkutan barang/jasa dari dan ke suatu daerah. Siklus kegiatan ekonomi dapat berlangsung dengan cepat sehingga perekonomian dapat berkembang pesat.

Salah satu kendala yang dihadapi kecamatan todanan adalah terbatasnya akses jalan yang menghubungkan desa-desa di wilayah kecamatan todanan. Panjang jalan di kecamatan todanan selama dua tahun terakhir tidak ada perubahan hanya sepanjang 33 km. Kondisi jalan yang rusak, rusak ringan dan rusak berat mencapai 22,3 km. Dengan kata lain, hanya 32,5 persen saja jalan di kecamatan todanan berada dalam kondisi baik.

Kondisi tanah yang labil dan berkapur dianggap sebagai penyebab utama cepat rusaknya kondisi jalan. Keadaan geografis kecamatan todanan yang berbukit dan memiliki sungai, memerlukan jembatan sebagai salah satu alat penghubung dalam masyarakat. Jumlah jembatan yang terdapat di kecamatan todanan sebanyak 20 buah dengan kondisi rusak ringan 10. Kondisi jembatan yang demikian perlu segera diperbaiki agar kerusakannya tidak semakin parah.

Perekonomian kecamatan todanan masih bercorak tradisional, dominasi sektor pertanian menjadi ciri khas kecamatan todanan. Sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 68,62 persen, kemudian disusul sektor keuangan, sektor perdagangan, jasa dan sektor masing-masing memiliki kontribusi sebesar 9,73 persen, 7,19 persen dan 5,14 persen. Sedangkan kontribusi yang paling kecil diberikan oleh sektor pertambangan dan penggalian hanya sebesar 0,07 persen.

Dibandingkan dengan kecamatan sekitarnya, pdrb kecamatan todanan memiliki nilai yang paling besar baik berdasarkan harga berlaku maupun harga konstan. Kontribusi pdrb kecamatan todanan sebesar 4,73 persen terhadap total pdrb kabupaten blora. Kontribusi pdrb kecamatan todanan menempati peringkat 8 dari 16 kecamatan. Besaran pdrb kecamatan todanan berada diatas pdrb kecamatan banjarejo, tunjungan, japah, dan dibawah ngawen, kunduran. Hal ini menunjukkan potensi kecamatan todanan belum terkelola dengan maksimal dan optimal, perlu pengembangan sektor-sektor yang terkait dengan sektor pertanian seperti pengembangan agroindustri, perdagangan dan jasa-jasa.

Kecamatan Kunduran

Kegiatan membatik di desa blumbungrejo, kec. Kunduran


Kecamatan kunduran, secara geografis terletak di bagian barat kabupaten blora, berjarak 24 km arah barat dari pusat kota blora. Secara administrasi, kecamatan kunduran di sebelah utara berbatasan dengan kecamatan todanan, di sebelah timur berbatasan dengan kecamatan ngawen dan jati, di sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan jati, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan kabupaten grobogan. Bentang terjauh kecamatan kunduran dari barat ke timur sepanjang 7,6 km dan dari utara ke selatan sejauh 20 km.

Kecamatan kunduran memiliki wilayah seluas 127,98 km 2 atau 7,03 persen luas kabupaten blora. dibandingkan kecamatan lain, luas wilayah kecamatan kunduran tergolong besar yaitu menempati urutan ke-5. Desa botoreco merupakan desa yang memiliki wilayah terluas dengan luas wilayah 24,56 km 2 atau sekitar 19,2 persen dari luas kecamatan kunduran. Desa ini luasnya hampir sama dengan penjumlahan luas wilayah sepuluh desa lain di kecamatan kunduran.

Lahan di kecamatan kunduran terdiri atas lahan sawah seluas 5.553,012 hektar (43,39 persen) dan sisanya lahan bukan sawah sebesar 7.245,276 hektar (56,61 persen). lahan bukan sawah terbagi atas 29,45 persen hutan negara, 16,79 persen tegalan, 8,77 persen pekarangan, 1,61 persen lainnya.

Lahan sawah yang menggunakan irigasi tehnis, setengah teknis dan sederhana sebanyak 1.123 hektar sedangkan sisanya seluas 4.430,54 hektar merupakan sawah tadah hujan. Dengan demikian sebagian besar lahan sawah panen satu kali dalam setahun, hanya sebagian lahan di sepuluh desa yang dapat panen dua kali dalam setahun.

Iklim di kecamatan kunduran secara umum tidak jauh berbeda dengan kecamatan lain di blora. Kecamatan kunduran termasuk daerah dengan curah hujan rendah dan sering mengalami kekeringan di musim kemarau. Selama periode tahun 2012, rata-rata curah hujan di kecamatan kunduran tercatat sebesar 155 mm dengan rata-rata hari hujan tercatat sebanyak 12 hari perbulan.

Curah hujan cukup tinggi tercatat pada bulan januari, november dan desember dengan curah hujan di atas 200 mm dan pada bulan juni, juli, agustus dengan curah hujan 0. Pada tahun 2012, hujan terjadi hanya 9 bulan dengan frekuensi yang berfluktuasi. Hari hujan tercatat cukup sering terjadi pada bulan desember dengan hari hujan di atas 16 hari perbulan dan paling sedikit pada bulan juli sampai bulan september dengan hari hujan tercatat antara 6-8 hari perbulan.

Berdasarkan uu no. 23 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, kecamatan dipimpin oleh seorang camat yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada bupati melalui sekretaris daerah. Sedangkan desa dipimpin oleh kepala desa yang dipilih langsung oleh penduduk desa tersebut. Dalam menjalankan pemerintahan desa seorang kepala desa dibantu oleh sekretaris dan perangkat desa.

Secara administrasi, kecamatan kunduran terbagi menjadi 26 desa dan merupakan kecamatan dengan jumlah desa yang lumayan banyak. untuk memudahkan koordinasi, setiap desa terbagi menjadi beberapa rukun warga (rw) dan rukun tetangga (rt). Disamping itu, masyarakat kunduran juga menggunakan dusun sebagai wilayah administrasi. Kecamatan kunduran terdiri dari 91 dusun, 95 rukun warga dan 445 rukun tetangga dengan jumlah penduduk sebesar 63.214 jiwa.

Berikut nama desa yang ada di kecamatan kunduran, antara lain:

1. Bakah
2. Balong
3. Bejirejo
4. Blumbangrejo
5. Botoreco
6. Buloh
7. Cungkup
8. Gagaan
9. Jagong
10. Jetak
11. Kalangrejo
12. Karanggeneng
13. Kedungwaru
14. Kemiri
15. Klokah
16. Kodokan
17. Muraharjo
18. Ngawenombo
19. Ngilen
20. Plosorejo
21. Sambiroto
22. Sempu
23. Sendangwates
24. Sonokidul
25. Tawangrejo
26. Kunduran

Kecamatan kunduran dipimpin oleh seorang camat dan dibantu seorang sekretaris kecamatan. Jumlah pegawai di kantor kecamatan kunduran adalah 14 orang. Jumlah perangkat desa di kecamatan kunduran mengalami perubahan sejak tahun 2010. Perangkat desa pada tahun 2010 berjumlah 297, pada tahun 2011 berjumlah 298 orang, sedangkan pada tahun 2012 berjumlah 301 orang. Jumlah personel perlindungan masyarakat (linmas) yang merupakan aparat desa di bidang keamanan dan ketertiban, tidak ada perubahan yaitu berjumlah 688 orang.

Upaya peningkatan mutu di bidang pendidikan berkaitan erat dengan ketersediaan fasilitas pendidikan dan kecukupan jumlah guru. Kedua hal tersebut dapat dilihat dari jumlah sekolah dan rasio murid guru. Jumlah sekolah jenjang tk, sd, sltp dan slta masih tetap sama dengan tahun 2011 yaitu masing-masing sebanyak 42, 47,6 dan 2 unit.

Seorang guru di tingkat sltp rata-rata harus mengajar 21 siswa. Rasio murid dan guru sltp sedikit naik dibanding tahun 2011 yang rata-rata harus mengajar 19 siswa. Sedangkan rasio murid guru di tingkat slta tercatat sebanyak 13. Rasio murid guru tk paling tinggi terjadi di desa buloh sebesar 31 diikuti desa sempu dengan rasio murid guru sebesar 26. Sedangkan yang paling rendah sebesar 0 terjadi di 5 desa yaitu desa plosorejo, sendangrejo, jetak, bejirejo, dan sendangwates.

Rasio murid dan guru untuk tingkat sd hampir merata di setiap desa dengan kisaran 8 – 17. Hal ini menunjukkan ketersediaan guru sd masih mencukupi dalam proses belajar mengajar.

Rasio guru terhadap banyaknya murid haruslah seimbang agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Semakin banyak murid yang diberi materi semakin turun daya serap murid terhadap materi yang diajarkan. Hal ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah dalam mengambil memajukan mutu pendidikan.

Sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk kecamatan kunduran, keberadaan sarana kesehatan yang mudah terjangkau dan biaya murah sangat diperhatikan pemerintah. Posyandu memiliki jumlah paling banyak meliputi 106 posyandu yang tersebar di seluruh desa. posyandu merupakan sarana kesehatan yang terdekat bagi anak balita dan ibu hamil-menyusui.

Pemerintah daerah juga mencanangkan program pelayanan kesehatan murah dan terjangkau bagi masyarakat dan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat miskin dari pustu dan puskesmas. Puskemas terletak di desa sonokidul dan desa sambiroto, sedangkan pustu terletak di desa botoreco, sempu, tawangrejo dan balong.

Tenaga kesehatan yang berdomisili di kecamatan kunduran terdiri dari dokter, mantri kesehatan, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya. Sedangkan tenaga kesehatan lainnya tidak ada yang berdomisili di kecamatan kunduran. Jumlah tenaga kesehatan pada tahun 2012 masih sama dengan tenaga kesehatan tahun 2011. Tenaga kesehatan dukun bayi jumlahnya paling banyak walaupun bersifat tradisional yaitu sebesar 44 orang.

Bidan berdomisili hampir di setiap desa, kecuali: desa gagaan, sambiroto. Jumlah layanan kesehatan yang diberikan oleh puskesmas kepada masyarakat kecamatan kunduran pada tahun 2012 mencapai 16.269 buah, dengan pelayanan menggunakan jps mencapai 7.012 buah (43,25 persen). Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat miskin berobat ke puskesmas semakin tinggi.

Sektor pertanian merupakan penggerak utama perekonomian sekaligus sumber utama mata pencaharian masyarakat di kecamatan kunduran. Ketersediaan air masih menjadi kendala utama sektor pertanian. komoditi utama berupa padi dan jagung.

Tahun 2012, produksi padi mengalami kenaikan sekitar 20,50 persen dibandingkan tahun 2011. Peningkatan ini lebih disebabkan oleh meningkatnya luas panen dan adanya musim hujan yang lebih panjang. sedangkan produksi palawija sebagian mengalami penurunan karena sebagian petani kembali menggunakan lahannya untuk menanam padi daripada palawija.

Komoditi jagung yang merupakan andalan petani mengalami penurunan produksi sebesar 10.791 ton atau minus 62,92 persen. Sedangkan tanaman palawija yang mengalami peningkatan produksi adalah ubi kayu. Pada tahun 2011 produksi ubi kayu sebanyak 2.369 ton meningkat menjadi 2.447 ton pada tahun 2012. Hal ini disebabkan karena luas panennya mengalami peningkatan.

Produktivitas tanaman padi dan palawija di kecamatan kunduran masih perlu terus ditingkatkan untuk meningkatkan produksi. pada tahun 2012, produktivitas ubi kayu (146,53 kw/ha) menduduki peringkat teratas dibandingkan tanaman padi (53,73 kw/ha) dan palawija lainnya. sedangkan tanaman yang mempunyai produktivitas terendah adalah tanaman kacang hijau.

Mayoritas penduduk kecamatan kunduran memelihara ternak sapi dengan tujuan untuk menambah penghasilan atau sebagai tabungan yang dapat digunakan saat ada keperluan yang membutuhkan biaya besar. Populasi ternak sapi potong di kecamatan kunduran selama 5 tahun terakhir cenderung berfluktuasi. Mulai tahun 2008 terjadi peningkatan hingga tahun 2010. kemudian selama dua tahun terakhir kembali meningkat. Potensi sapi potong yang sangat besar tersebut perlu kembangkan dengan stabilisasi harga jual dan pemberian bibit sapi unggul.

Selain sapi potong, potensi ternak kambing/domba dan ayam kampung/pedaging juga cukup besar. Populasi kedua ternak tersebut selama dua tahun terakhir mengalami peningkatan, walaupun bertambahnya tidak banyak. Keadaan lahan yang berbukit-bukit, banyak tegalan, hutan rakyat dan sawah tadah hujan dapat menghasilkan rumput dan pakan ternak lain yang melimpah saat musim hujan. Saat puncak musim kemarau kendala utama yang dihadapi adalah pakan ternak yang sangat kurang, sehingga peternak harus menjual sebagian ternaknya untuk membeli pakan ternak. terobosan yang kreatif perlu diupayakan agar kendala tersebut dapat diatasi.

Perdagangan domestik kecamatan kunduran pada tahun 2012 mengalami stagnasi/tidak berubah dibanding tahun 2011. Hal ini ditunjukkan dengan tidak bertambahnya jumlah pasar tradisional yang berupa pasar desa yang berada di desa sempu dan pasar daerah yang berada di kunduran. Banyaknya perusahaan berbadan hukum di kecamatan kunduran tahun 2012 berjumlah 74 buah. jumlah ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2011 yang sebanyak 73 bummzvah.

Jumlah perusahaan berbadan hukum di kecamatan kunduran tergolong sedikit dibanding kecamatan yang lain. Koperasi merupakan salah satu urat nadi perekonomian nasional yang mendapatkan pembinaan secara serius dari dinas deperindagkop menunjukkan kinerja yang cukup baik. jumlah koperasi di kecamatan kunduran pada tahun 2012 sebanyak 42 buah, empat puluh satu berbentuk non kud dan sisanya satu buah berbentuk kud.

Keberhasilan upaya pembangunan ekonomi suatu daerah memerlukan dukungan infrastuktur jalan yang memadai. infrastuktur jalan merupakan sarana vital untuk yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah yang lain. semakin baik mutu jalan akan semakin cepat, mudah dan murah biaya angkutan barang/jasa dari dan ke suatu daerah.

Siklus kegiatan ekonomi dapat berlangsung dengan cepat sehingga perekonomian dapat berkembang pesat. Salah satu kendala yang dihadapi kecamatan kunduran adalah terbatasnya akses jalan yang menghubungkan desa-desa di wilayah kecamatan kunduran. Panjang jalan di kecamatan kunduran selama dua tahun terakhir tidak ada perubahan hanya sepanjang 32 km. Kondisi jalan yang rusak, rusak ringan dan rusak berat mencapai 27,9 km. Dengan kata lain, hanya 12,8 persen saja jalan di kecamatan kunduran berada dalam kondisi baik. Kondisi tanah yang labil dan berkapur dianggap sebagai penyebab utama cepat rusaknya kondisi jalan.

Keadaan geografis kecamatan kunduran yang berbukit dan memiliki sungai/ngarai, memerlukan jembatan sebagai salah satu alat penghubung dalam masyarakat. Jumlah jembatan yang terdapat di kecamatan kunduran sebanyak 110 buah dengan kondisi seluruhnya rusak ringan. Kondisi jembatan yang demikian perlu segera diperbaiki agar kerusakannya tidak semakin parah.

Perekonomian kecamatan kunduran masih bercorak tradisional, dominasi sektor pertanian menjadi ciri khas kecamatan kunduran. sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 66,81 persen, kemudian disusul sektor perdagangan, sektor industri pengolahan dan sektor keuangan masing-masing memiliki kontribusi sebesar 8,11 persen, 4,43 persen dan 7,31 persen. sedangkan kontribusi yang paling kecil diberikan oleh sektor pertambangandan penggalian hanya sebesar 0,09 persen.

Sektor pertanian sangat rentan terhadap kondisi iklim, cuaca dan hama penyakit serta perlu waktu cukup lama untuk meningkatkan produksi. nilai tambah sektor pertanian relatif lebih kecil dan cenderung berfluktuasi dibanding sektor-sektor lain sehingga akselerasi pembangunan tidak maksimal.

Dibandingkan dengan kecamatan sekitarnya, pdrb kecamatan kunduran memiliki nilai yang paling besar baik berdasarkan harga berlaku maupun harga konstan. kontribusi pdrb kecamatan kunduran sebesar 7,95 persen terhadap total pdrb kabupaten blora. kontribusi pdrb kecamatan kunduran menempati peringkat 4 dari 16 kecamatan. Hal ini menunjukkan potensi kecamatan kunduran belum terkelola dengan maksimal dan optimal, perlu pengembangan sektor-sektor yang terkait dengan sektor pertanian seperti pengembangan agroindustri, perdagangan dan jasa-jasa.

Kecamatan Cepu


Kecamatan cepu, secara geografis terletak di bagian timur kabupaten blora, berjarak 34 km arah timur dari pusat kota blora. Secara administrasi, kecamatan cepu di sebelah utara berbatasan dengan kecamatan sambong, di sebelah timur berbatasan dengan kabupaten bojonegoro jawa timur, di sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten bojonegoro jawa timur sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan kecamatan kedungtuban. Jarak terjauh kecamatan cepu dari barat ke timur sepanjang 8 km dan dari utara ke selatan sejauh 6 km.

Kecamatan cepu memiliki wilayah seluas 4.914,535 atau 2,70 persen luas kabupaten blora. Dibandingkan kecamatan lain, luas wilayah kecamatan cepu tergolong kecil yaitu menempati urutan ke-16. Kelurahan cepu merupakan kelurahan yang memiliki wilayah terluas dengan luas wilayah 2,46 km 2 atau sekitar 5 persen dari luas kecamatan cepu.

Lahan di kecamatan cepu terdiri atas lahan sawah seluas 2.038,769 hektar (41,48 persen) dan sisanya lahan bukan sawah sebesar 2.875,766 hektar (58,52 persen). lahan bukan sawah terbagi atas 9,72 persen hutan negara, 18,83 persen tegalan, 21,63 persen pekarangan/ kampung, dan 8,34 persen lainnya.

Lahan sawah di kecamatan cepu ada yang menggunakan irigasi tehnis dan sederhana dan juga ada lahan sawah tadah hujan. Dengan demikian sebagian besar lahan sawah panen tiga kali dalam setahun, ada juga yang panen dua kali dan ada sebagian lahan yang panen sekali dalam satu tahun . Iklim di kecamatan cepu secara umum tidak jauh berbeda dengan kecamatan lain di blora.

Kecamatan cepu termasuk daerah dengan curah hujan rendah dan sering mengalami kekeringan di musim kemarau. selama periode tahun 2012, rata-rata curah hujan di kecamatan cepu tercatat sebesar 109 mm dengan rata-rata hari hujan tercatat sebanyak 6 hari perbulan. Curah hujan cukup tinggi tercatat pada bulan desember dengan curah hujan 406 mm menurut data yang ada.

Hujan tidak terjadi di setiap bulan, pada bulan juli sampai dengan september tercatat sama sekali tidak terjadi hujan di kecamatan cepu. Akan tetapi di bulan oktober sampai dengan bulan desember menunjukan peningkatan curah hujan yang cukup tinggi mulai dari 4 hari sampai dengan 16 hari terjadi hujan, yang membuat tidak terjadi kekeringan dan bisa mulai bercocok taman.

Berdasarkan uu no. 23 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, kecamatan dipimpin oleh seorang camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada bupati melalui sekretaris daerah. Sedangkan desa dipimpin oleh kepala desa yang dipilih langsung oleh penduduk desa tersebut. Dalam menjalankan pemerintahan desa seorang kepala desa dibantu oleh sekretaris dan perangkat desa.

Secara administrasi, kecamatan cepu terbagi menjadi 6 kelurahan dan 11 desa dan merupakan kecamatan dengan jumlah desa yang relatip tidak besar. Untuk memudahkan koordinasi, setiap desa terbagi menjadi beberapa rukun warga (rw) dan rukun tetangga (rt). Disamping itu, masyarakat cepu juga menggunakan dusun atau lingkungan sebagai wilayah administrasi.

Kecamatan cepu terdiri dari 64 dusun, 88 rukun warga dan 425 rukun tetangga. kecamatan cepu dipimpin oleh seorang camat dan dibantu seorang sekretaris kecamatan. Jumlah perangkat desa di kecamatan cepu berjumlah 848 orang, yang terdiri dari kalur sebanyak 6 orang dan kades sebanyak 11 orang, sekdes sebanyak 15 orang dan perangkat desa lainnya sebanyak 103 orang.

Jumlah personel perlindungan masyarakat (linmas) yang merupakan aparat desa di bidang keamanan dan ketertiban, tidak ada perubahan yaitu berjumlah 713 orang, hal ini menunjukan hampir di semua rt ada petugas keamanan dan ketertiban sehingga menjadikan masyarakat kecamatan cepu aman.

Upaya peningkatan mutu di bidang pendidikan berkaitan erat dengan ketersediaan fasilitas pendidikan dan kecukupan jumlah guru. Kedua hal tersebut dapat dilihat dari jumlah sekolah dan rasio murid guru. Jumlah sekolah jenjang tk, sd dan slta masih tetap sama dengan tahun 2011 yaitu masing-masing sebanyak 44 tk, 45 sd dan 15 slta. sedangkan sekolah setingkat smp di cepu mengalami penurunan menjadi 15 unit di tahun 2012 yang sebelumnya 16 unit di tahun 2011.

Pada jenjang pendidikan tk di kecamatan cepu untuk tahun ajaran 2011/2012 seorang guru rata-rata harus mengajar 14 siswa. Beban tugas guru sd sedikit lebih banyak dengan rata-rata mengajar 16 siswa, sedangkan seorang guru di tingkat sltp rata-rata harus mengajar 13 siswa.

Selain upaya memajukan mutu pendidikan formal, pemerintah daerah kabupaten blora juga terus berupaya mengembangkan pendidikan non formal melalui pendidikan kesetaraan atau lebih dikenal kejar paket. Kejar paket ini terbagi dalam tiga kelompok yaitu paket a/kf, paket b dan paket c. Orientasi paket a/kf pada pemberatasan buta aksara dan berhitung. Paket b untuk penyetaraan ijazah setingkat sltp, sedangkan paket c merupakan penyetaraan ijazah setingkat slta.

Kelompok kejar paket a dan paket b ini di pusatkan di pkbm di kel. balun. Selain itu, di tempat pkbm ini juga diselenggarakan berbagai kegiatan kelompok kegiatan ketrampilan lain. Ini untuk menunjang kegiatan ketrampilan pada masyarakat, sehingga nanti diharapkan bisa menumbuhkan sektor ketrampilan yang bisa menumbuhkan ekonomi.

Sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk kecamatan cepu, keberadaan sarana kesehatan yang mudah terjangkau dan biaya murah sangat diperhatikan pemerintah. Posyandu memiliki jumlah paling banyak meliputi 88 posyandu yang tersebar di seluruh desa. Posyandu merupakan sarana kesehatan yang terdekat bagi anak balita dan ibu hamil-menyusui.

Pemerintah daerah juga mencanangkan program pelayanan kesehatan murah dan terjangkau bagi masyarakat dan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat miskin dari pustu dan puskesmas. Puskemas terletak di kel cepu, ngroto dan desa kapuan. sedangkan pustu terletak di desa sumberpitu dan mernung.

Tenaga kesehatan yang berdomisili di kecamatan cepu terdiri dari dokter, mantri kesehatan, bidan dan dukun, sedangkan tenaga kesehatan lainnya tidak ada. Untuk dokter baik dokter umum maupun dokter spesialis ada yang berdomisili di kecamatan cepu. Jumlah tenaga kesehatan pada tahun 2012 tercatat sebanyak 127, sedangkan tenaga kesehatan tahun 2011 tercatat sebanyak 130.

Tenaga kesehatan berdomisili hampir di setiap desa di kecamatan cepu. Jumlah layanan kesehatan yang diberikan oleh puskesmas kepada masyarakat di kecamatan cepu mencakup tiga kunjungan yaitu umum, askes dan jps. Pada tahun 2012 kunjungan umum mencapai 9.381 buah, dengan pelayanan menggunakan jps mencapai 31.695 buah, sedangkan askes mencapai 7.619. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat berobat ke puskesmas semakin tinggi.

Sektor pertanian merupakan salah satu penggerak utama perekonomian sekaligus sumber utama mata pencaharian masyarakat di kecamatan cepu selain perdagangan dan jasa. Ketersediaan air masih menjadi kendala utama sektor pertanian. Komoditi utama berupa padi dan jagung. Produksi padi mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2011, ini lebih disebabkan oleh menaiknya luas panen dan adanya musim yang membantu. Sedangkan produksi palawija ada yang mengalami penurunan dan ada yang mengalami peningkatan produksi adalah kacang tanah dan kedelai.

Produktivitas tanaman padi dan palawija di kecamatan cepu masih perlu terus ditingkatkan. produktivitas padi relative meningkat selama dua tahun terakhir, sedangkan produktivitas palawija selama kurun waktu dua tahun seperti tanaman jagung, kacang hijau mengalami penurunan, tanaman palawija yang meningkat tanaman kacang tanah dan kedelai.

Sebagian besar penduduk kecamatan cepu memelihara ternak sapi dengan tujuan untuk menambah penghasilan atau sebagai tabungan yang dapat digunakan saat ada keperluan yang membutuhkan biaya besar. Populasi ternak sapi potong di kecamatan cepu mengalami penurunan dari tahun 2011 sebanyak 6.241 menjadi 6.229 di tahun 2012.

Selain sapi potong, potensi ternak kambing/domba dan ayam kampung/pedaging dan juga ayam petelur juga cukup besar. populasi kedua ternak tersebut selama dua tahun terakhir tidak banyak mengalami perubahan. Keadaan lahan yang datar, banyak tegalan, hutan rakyat dan sawah tadah hujan dapat menghasilkan rumput dan pakan ternak lain yang melimpah saat musim hujan. Untuk ayam pedaging dan ayam petelur kondisinya memang stabil atau sedikit mengalami peningkatan dikarenakan ada yang milik dari perorangan atau perusahaan.

Saat puncak musim kemarau kendala utama yang dihadapi pakan ternak yang sangat kurang, sehingga peternak harus menjual sebagian ternaknya untuk membeli pakan ternak. Terobosan yang kreatif perlu diupayakan agar kendala tersebut dapat diatasi karena bila musim kemarau para petani kekurangan pangan ternak, sehingga harus mengambil dari luar daerah.

Perdagangan domestik kecamatan cepu pada tahun 2012 mengalami stagnasi/tidak berubah dibanding tahun 2011. Hal ini ditunjukkan dengan tidak bertambahnya jumlah pasar tradisional yang berupa pasar desa dan pasar daerah. Pasar sebanyak 6 buah sedangkan pasar daerah sebanyak 2 buah. Pasar desa terdapat di desa mulyorejo, kapuan, sumberpitu, kel.cepu dan balun sedangkan pasar daerah terdapat di kel. cepu dan kel. balun. Meskipun demikian pembangunan kelompok pertokoan di kecamatan cepu makin banyak, hal ini menunjukan perkembangan ekonomi di kecamatan cepu tumbuh dengan pesat.

Jumlah perusahaan di kecamatan cepu termasuk besar dibanding kecamatan yang lain. Keseluruhan perusahaan termasuk kategori perusahaan besar yang berbentuk badan hukum pt dan cv. Koperasi merupakan salah satu urat nadi perekonomian nasional yang mendapatkan pembinaan secara serius dari dinas deperindagkop menunjukkan kinerja yang cukup baik. Jumlah koperasi di kecamatan cepu pada tahun 2012 sebanyak 46 buah berbentuk non kud dan sisanya satu buah berbentuk kud.

Keberhasilan upaya pembangunan ekonomi suatu daerah memerlukan dukungan infrastuktur jalan yang memadai. Infrastuktur jalan merupakan sarana vital untuk menghubungkan suatu daerah dengan daerah yang lain. Semakin baik mutu jalan akan semakin cepat, mudah dan murah biaya angkutan barang/jasa dari dan ke suatu daerah. Siklus kegiatan ekonomi dapat berlangsung dengan cepat sehingga perekonomian dapat berkembang pesat.

Salah satu kendala yang dihadapi kecamatan cepu adalah jalan yang menghubungkan desa-desa di wilayah kecamatan cepu sebagian kecil mengalami kerusakan. Panjang jalan di kecamatan cepu selama tahun 2010 dan 2011 sedikit mengalami perubahan. Pada tahun 2011 kondisi jalan yang rusak dan rusak ringan mencapai 35,5 km. Dengan kata lain, perlu adanya perbaikan jalan secepatnya karena kecamatan cepu merupakan pusat kegiatan ekonomi kedua di kabupaten blora yang peranannya sangat penting.

Kondisi tanah yang labil dan kelebihan tonase dianggap sebagai penyebab utama cepat rusaknya kondisi jalan. Keadaan geografis kecamatan cepu sebagian kecil terdiri dari hutan dan memiliki sungai/ngarai, memerlukan jembatan sebagai salah satu alat penghubung dalam masyarakat. Jembatan yang terdapat di kecamatan cepu kondisinya ada yang baik dan ada yang rusak ringan sehingga kondisi jembatan yang demikian perlu segera diperbaiki agar kerusakannya tidak semakin parah dan kegiatan ekonomi bisa berjalan lancar.

Perekonomian kecamatan cepu sudah bisa dianggap cukup modern, dengan meratanya penunjang struktur ekonomi hampir di semua lini. bisa dilihat dari sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 14.96 persen, sektor pertambangan sebesar 24.73, dan sektor perdagangan sebesar 33.20 persen. Sektor industri pengolahan, sektor keuangan dan sektor angkutan dan telekomunikasi, serta sektor jasa-jasa masing-masing memiliki kontribusi sebesar 6,27 persen, 9.16 persen, 4.28 persen dan 4,13 persen.

Sedangkan kontribusi yang paling kecil diberikan oleh sektor listrik, gas dan air serta bangunan hanya sebesar 1,21 dan 2.06 persen. Hampir meratanya di semua sektor memberikan tantangan tersendiri bagi perkembangan perekonomian di kecamatan cepu. Tiga sektor penyumbang terbesar perlu ditingkatkan terutama sektor pertambangan migas agar mampu menjadi penggerak ekonomi kecamatan cepu. Nilai tambah sektor ini relatif besar dibanding sektor-sektor lain sehingga dapat mendorong akselerasi pembangunan secara maksimal.

Dibandingkan dengan kecamatan sekitarnya, pdrb kecamatan cepu memiliki nilai yang relatif besar baik berdasarkan harga berlaku maupun harga konstan. Kontribusi pdrb kecamatan cepu sebesar 16,85 persen terhadap total pdrb kabupaten blora. Besaran pdrb kecamatan cepu paling tinggi dibanding 5 kecamatan sekitar. Hal ini menunjukkan potensi kecamatan cepu sudah terkelola dengan maksimal dan baik.

Popular Posts

Labels

close