Untuk Anda Kami Ada

Showing posts with label Kecamatan Tunjungan. Show all posts
Showing posts with label Kecamatan Tunjungan. Show all posts

Waduk Greneng


Waduk Greneng di Blora bukan sekadar bendungan air biasa. Terletak di jantung Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, waduk ini menyimpan panorama yang belum banyak disentuh tangan wisatawan luas. Dengan hamparan air seluas sekitar 45-64 hektar yang dikelilingi hutan jati legendaris, suasana alami di Waduk Greneng mengajarkan kita arti ketenangan, jauh dari hingar-bingar kota.

Waduk Greneng berlokasi di Dukuh Greneng, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sekitar 12 km ke arah barat laut dari pusat Kota Blora, mudah diakses roda dua maupun empat.

Tiket masuknya Rp3.000–Rp5.000 per orang. Parkir sepeda motor Rp2.000, mobil Rp5.000–Rp10.000. Untuk penyewaan perahu, cukup dengan Rp5.000 sekali keliling. Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola. Selalu cek info terbaru sebelum berangkat.

Ada beberapa keunikan Waduk Greneng, antara lain:

1. Ada Sejak Masa Kolonial Belanda

Waduk Greneng merupakan salah satu waduk tertua di Blora yang dibangun sejak era kolonial Belanda pada tahun 1919? Usianya yang menembus satu abad menghadirkan jejak sejarah di tengah lanskap alam dan menjadikan tempat ini sebagai situs bersejarah, bukan hanya sekadar wisata air saja.

2. Fungsinya Bukan Sekadar Wisata

Selain tempat rekreasi, waduk ini berperan vital sebagai sumber irigasi pertanian warga setempat dan habitat pembesaran berbagai jenis ikan air tawar. Masyarakat sekitar sangat lekat dengan keberadaan waduk ini sebagai sumber kehidupan, yang hasil panennya, termasuk ikan segar, bisa kamu nikmati langsung di sekitar lokasi.

3. Dikeilingi Hutan Jati dan Bukit Eksotis

Daya pikat lain yang jarang diketahui adalah lanskap sekeliling waduk yang diapit hutan jati KPH Mantingan dan perbukitan eksotis, seperti Bukit Cemoro Pitu. Panorama ini membentuk latar alami menakjubkan, sempurna dijadikan spot piknik, fotografi, atau sekadar bersantai di bawah rindangnya pepohonan.

4. Tradisi Sedekah Bumi dan Mitos Lokal

Desa Tunjungan, tempat berdirinya Waduk Greneng, memiliki tradisi unik sedekah bumi yang diadakan setiap habis panen. Ada juga mitos lokal bahwa masyarakat percaya setelah itu hasil panen akan berlimpah. Tradisi dan mitos ini memperkuat nuansa kultur khas yang menyatu dengan keindahan alam setempat.

5. Destinasi Agrowisata dan Kuliner Lokal

Waduk Greneng kini makin berkembang sebagai kawasan agrowisata. Pengunjung bisa melihat dan memetik langsung buah-buahan seperti durian dan kelengkeng saat panen raya. Selain itu, masyarakat sekitar menjajakan olahan kuliner lokal, kerajinan tangan, serta ikan segar hasil tangkapan waduk sebagai oleh-oleh.

Fasilitas dan Aktivitas Seru

- Menyewa perahu wisata keliling waduk, menikmati keindahan dari tengah danau.
- Ajang memancing favorit, terutama bagi penggemar olah raga sambil bersantai.
- Spot foto alam di dermaga perahu, tepi waduk, atau kawasan bukit berlatar hutan.
- Kuliner ikan bakar dan hasil bumi yang dijajakan warga. 

Jika beruntung, kamu bisa menyaksikan sunrise pagi hari dari pinggir dermaga, momen yang sangat dicari para pencinta fotografi.

Waduk Greneng, adalah paket lengkap keindahan alam, sejarah hidup, dan tradisi yang terus terjaga. Bukan hanya menenangkan hati lewat panorama hutan nan asri, tetapi juga memberi pelajaran akan kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Blora. Saat senja menutup hari di tepi waduk, setiap pengunjung diajak pulang dengan hati penuh ketenteraman dan pengalaman tak terlupakan.

Kampung Durian Nglawungan

Kampung Durian Nglawungan


Kampung Durian Nglawungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kini semakin indah dan menarik. Letaknya tidak jauh dari kota Blora, hanya sekitar 11 Km dengan akses jalannya sudah cukup bagus untuk dilalui kendaraan roda empat, maupun roda dua.

Menariknya di kampung durian nglawungan sekarang sudah dibangun joging track, sehingga pengunjung bisa berolahraga, bisa memetik sendiri buah durian dan makan ditempat. Rasanya pun legit dan bikin ketagihan, jenis duriannya ada Montong, Tampar, dan lokal.

Pengunjung di kampung durian nglawungan tidak hanya dari warga lokal Blora saja, namun datang dari luar kota, seperti Semarang, Rembang dan Kabupaten terdekat yang lainnya.

Kampung Durian Nglawungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini tergolong legendaris. Ini lantaran sebelum menjadi destinasi wisata kampung durian tahun 2017 oleh Pemerintah Desa di Blora. Penduduk setempat sudah menanami lahannya dengan pohon durian. Dan para penduduk ini mewarisinya dari para leluhurnya terdahulu.

Konon katanya setiap tahun sekali saat musim panen. Para penduduk mengadakan sedekah terlebih dahulu berupa nasi ingkung atau nasi tumpeng dengan ayam bakar utuh. Dengan harapan agar hasil panennya melimpah.

Untuk melestarikan budaya kearifan lokal itu, Kepala Desa setempat tetap melaksanakan sedekah tersebut hingga sekarang. Sedekah itu bernama sedekah Durian.

Popular Posts

Labels

close