Rangkaian acara tradisi Manganan Janjang di Desa Janjang Kecamatan Jiken yang merupakan salah satu potensi wisata budaya di Kabupaten Blora digelar setiap tahun. Serangkaian acara dalam rangka Manganan Janjang sebagai wujud rasa syukur masyarakat desa kepada Sang Maha Pencipta telah diawali dengan acara pengajian akbar Haul Eyang Jatisuwara dan Eyang Jatikusuma.
Manganan Janjang diawali dengan pengajian akbar Haul Eyang Jatisuwara dan Jatikusuma, setelah itu acara akan berlanjut dengan pementasan wayang krucil dan puncaknya digelar kenduri massal dilanjutkan wayang krucil kembali bertempat di komplek Pesarean Eyang Jatisuwara-Jatikusuma.
Pementasan wayang krucil peninggalan Eyang Jatisuwara-Jatikusuma menjadi satu moment yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Wayang krucil yang dipentaskan tersebut tidaklah wayang biasa, namun wayang warisan peninggalan Eyang Jatisuwara-Jatikusuma yang dimainkan turun-temurun setahun sekali setiap gelaran acara Manganan Janjang.
Wayang krucil itu warisan budaya dari Eyang Jatisuwara-Jatikusuma yang dahulu dimanfaatkan untuk menyebarkan agama islam di wilayah Desa Janjang dan sekitarnya. Sebagai penghormatan dan mengenang jasanya tersebut, setiap tahun dipentaskan disaat acara manganan atau sedekah bumi.
Selain pementasan wayang krucil, juga digelar kenduri massal. Semua warga desa akan membawa tumpeng, jananan, dengan bungkus khas daun jati untuk dibagikan secara massal kepada semua pengunjung acara manganan yang setiap tahun selalu dihadiri ribuan orang dari berbagai wilayah.
Ratusan PKL nanti biasanya akan memadati kawasan Pesarean Eyang Jatisuwara-Jatikusuma untuk meraup rejeki dari para pengunjung Manganan Janjang dan peziarah.
Manganan Janjang memang menjadi salah satu daya tarik wisata budaya tahunan di Kabupaten Blora. Bertempat di areal pesarean Eyang Jatisuwara-Jatikusuma yang berada di atas bukit, banyak pengunjung dari berbagai kota dipastikan akan datang. Pemandangan alam yang cantik di bukit pasujudan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal.






